Contoh desain website terbaik biasanya punya tiga hal: navigasi yang gampang dipahami, tampilan visual yang bersih, dan tujuan yang jelas. Mulai dari toko online, portofolio, sampai website berita, setiap jenis punya gaya desain sendiri yang cocok dengan kebutuhan pemakainya.
Kalau kamu lagi cari inspirasi buat bikin website, melihat contoh nyata itu jauh lebih membantu daripada sekadar baca teori. Kadang kita tahu website yang bagus itu seperti apa, tapi susah menjelaskannya. Nah, di sini aku kumpulkan berbagai contoh desain website dari beragam jenis, lengkap dengan alasan kenapa desainnya berhasil.
Aku bagi tulisannya berdasarkan kategori, jadi kamu bisa langsung loncat ke jenis website yang paling relevan sama proyek kamu. Entah kamu lagi bikin toko online, halaman portofolio, atau website perusahaan, ada contoh yang bisa kamu jadikan referensi.
Yuk kita mulai.
Apa yang Bikin Sebuah Desain Website Disebut Bagus?

Sebelum masuk ke contoh, ada baiknya kita sepakat dulu soal apa yang bikin desain website terasa enak dipakai. Soalnya, website yang cantik belum tentu berfungsi baik.
Menurut riset dari Google, orang butuh sekitar 50 milidetik untuk membentuk kesan pertama terhadap sebuah website. Itu lebih cepat dari kedipan mata. Artinya, tampilan awal benar-benar menentukan apakah pengunjung mau tinggal atau langsung kabur.
Beberapa hal yang biasanya ada di desain website yang bagus:
- Navigasi jelas. Pengunjung tahu ke mana harus klik tanpa harus berpikir keras.
- Kecepatan loading. Website yang lambat bikin orang pergi. Data dari Google menunjukkan kemungkinan orang meninggalkan halaman naik 32 persen kalau waktu loading naik dari 1 ke 3 detik.
- Tampilan yang konsisten. Warna, font, dan gaya visual senada di semua halaman.
- Ramah perangkat mobile. Lebih dari separuh lalu lintas internet dunia datang dari ponsel, jadi desain harus enak dilihat di layar kecil.
- Tujuan yang jelas. Setiap halaman punya satu hal utama yang ingin dicapai, entah itu penjualan, pendaftaran, atau sekadar memberi informasi.
Sekarang, mari kita lihat contohnya berdasarkan kategori.
Contoh Desain Website Toko Online

Toko online punya satu misi utama: bikin orang nyaman belanja. Desain yang berantakan bisa bikin calon pembeli ragu, sementara desain yang rapi bikin mereka percaya.
1. Website dengan Foto Produk Besar dan Bersih
Toko online yang sukses biasanya menampilkan foto produk dalam ukuran besar dengan latar putih atau netral. Ini bikin produk jadi bintang utama. Apple adalah contoh klasik. Halaman produk mereka fokus penuh ke satu barang, dengan banyak ruang kosong di sekitarnya supaya mata pengunjung tidak lelah.
2. Website dengan Filter Produk yang Gampang
Kalau kamu jual banyak jenis barang, filter jadi penyelamat. Contohnya toko fesyen seperti Zara yang membiarkan pengunjung menyaring produk berdasarkan ukuran, warna, dan harga. Pengunjung tidak perlu scroll ratusan barang untuk menemukan yang mereka cari.
3. Website dengan Tombol Beli yang Menonjol
Warna tombol beli sebaiknya kontras dengan latar belakang supaya langsung terlihat. Banyak toko online memakai warna cerah seperti oranye atau hijau untuk tombol utama, sementara sisa halaman tetap kalem.
Contoh Desain Website Portofolio

Website portofolio itu ibarat kartu nama digital. Buat desainer, fotografer, atau penulis, halaman ini menunjukkan kualitas kerja sekaligus kepribadian.
1. Website Portofolio Minimalis
Kadang, semakin sedikit semakin bagus. Banyak desainer memilih tampilan bersih dengan latar putih dan hanya menampilkan karya terbaik mereka. Fokusnya bukan ke dekorasi, tapi ke hasil kerja. Cara ini bikin pengunjung tidak terdistraksi.
2. Website Portofolio dengan Storytelling
Beberapa orang memilih menceritakan proses di balik setiap proyek. Alih-alih cuma pajang gambar, mereka menjelaskan tantangan, ide, dan hasil akhirnya. Pendekatan ini cocok buat kamu yang ingin menunjukkan cara berpikir, bukan cuma hasil jadi.
3. Website Portofolio dengan Animasi Halus
Animasi kecil saat halaman di-scroll bisa memberi kesan modern. Tapi ingat, jangan berlebihan. Animasi yang terlalu ramai malah bikin pusing dan memperlambat loading.
Baca Juga: Jenis Jenis Website yang Perlu Kamu Tahu
Contoh Desain Website Perusahaan

Website perusahaan harus terlihat kredibel. Tujuannya membangun kepercayaan sekaligus menjelaskan apa yang bisnis itu tawarkan.
1. Website dengan Halaman Depan yang Langsung ke Intinya
Halaman depan yang bagus langsung menjawab pertanyaan pengunjung: bisnis ini soal apa dan kenapa aku harus peduli. Kalimat pembuka yang singkat dan jelas jauh lebih efektif daripada paragraf panjang penuh istilah.
2. Website dengan Bukti Sosial
Menampilkan logo klien, testimoni, atau angka pencapaian bisa memperkuat kepercayaan. Misalnya, sebuah agensi bisa menulis sudah menangani lebih dari 200 proyek atau memasang bintang ulasan dari pelanggan.
3. Website dengan Halaman Tim yang Manusiawi
Foto tim asli, bukan foto stok, bikin bisnis terasa lebih dekat. Orang cenderung lebih percaya pada perusahaan yang menunjukkan wajah orang di baliknya.
Contoh Desain Website Blog dan Media

Website blog dan media hidup dari konten. Karena itu, desainnya harus bikin tulisan enak dibaca dan gampang ditemukan.
1. Website dengan Tipografi yang Nyaman Dibaca
Ukuran font yang cukup besar dan jarak antar baris yang lega bikin mata tidak cepat lelah. Medium adalah contoh yang sering disebut karena fokus mereka ke kenyamanan baca. Halaman artikel mereka bersih tanpa banyak gangguan.
2. Website dengan Kategori yang Tertata
Blog dengan banyak artikel butuh sistem kategori yang jelas. Ini membantu pembaca menemukan topik yang mereka suka, dan bikin mereka betah lebih lama.
3. Website dengan Gambar Pendukung di Setiap Artikel
Gambar atau ilustrasi memecah blok teks yang panjang. Selain itu, visual yang relevan bisa membantu pembaca memahami isi tulisan lebih cepat.
Contoh Desain Website Landing Page

Landing page itu halaman tunggal dengan satu tujuan spesifik, misalnya mengumpulkan email atau mendorong penjualan produk tertentu.
1. Landing Page dengan Satu Ajakan yang Jelas
Landing page terbaik biasanya hanya punya satu tombol aksi utama. Terlalu banyak pilihan justru bikin pengunjung bingung dan akhirnya tidak melakukan apa-apa.
2. Landing Page dengan Alur Cerita dari Atas ke Bawah
Halaman yang baik membawa pengunjung melewati perjalanan: mulai dari masalah yang mereka hadapi, solusi yang ditawarkan, bukti bahwa solusi itu bekerja, lalu ajakan untuk bertindak. Struktur ini terasa alami dan mudah diikuti.
3. Landing Page dengan Desain Fokus Tanpa Menu
Beberapa landing page sengaja menghilangkan menu navigasi supaya pengunjung tidak terdistraksi dan tetap fokus pada tujuan utama halaman.
Cara Memilih Gaya Desain yang Cocok Buat Website Kamu

Setelah lihat banyak contoh, pertanyaan berikutnya biasanya: aku harus pilih yang mana? Jawabannya tergantung tujuan dan siapa yang bakal mengunjungi website kamu.
- Pilih desain minimalis kalau kamu ingin fokus pengunjung tertuju pada satu hal, misalnya karya atau produk utama. Gaya ini cocok buat portofolio dan toko dengan sedikit produk.
- Pilih desain yang lebih kaya visual kalau brand kamu ingin terlihat berani dan ekspresif. Ini pas buat bisnis kreatif seperti studio desain atau merek fesyen.
- Pilih desain yang fokus pada konten kalau website kamu banyak tulisan, seperti blog atau media berita. Prioritaskan kenyamanan baca di atas dekorasi.
Yang penting, jangan meniru mentah-mentah. Ambil ide dari contoh yang kamu suka, lalu sesuaikan dengan kebutuhan dan karakter brand kamu sendiri.
Penutup: Mulai dari Inspirasi, Akhiri dengan Versi Kamu Sendiri
Melihat contoh desain website adalah cara paling cepat untuk mendapat ide segar. Tapi ingat, contoh cuma titik awal. Website yang berhasil bukan yang paling cantik, melainkan yang paling pas dengan tujuan dan penggunanya.
Coba ambil dua atau tiga contoh yang paling kamu suka dari daftar di atas. Perhatikan apa yang bikin mereka bekerja, lalu pikirkan bagaimana ide itu bisa kamu terapkan ke proyek kamu. Kalau kamu baru mulai, pilih satu jenis website dulu dan bangun dari situ.
Langkah kecil yang konsisten jauh lebih berguna daripada rencana besar yang tak pernah jalan.
Pertanyaan yang Sering Muncul
1. Apa jenis desain website yang paling mudah dibuat pemula?
Landing page satu halaman biasanya paling gampang buat pemula. Karena cuma satu halaman dengan satu tujuan, kamu tidak perlu memikirkan banyak menu atau struktur rumit.
2. Berapa biaya untuk membuat desain website?
Biayanya sangat beragam. Kamu bisa mulai gratis pakai pembuat website seperti WordPress atau Wix. Kalau menyewa desainer profesional, harganya bisa mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah tergantung kompleksitas dan fitur yang diminta.
3. Apakah desain website harus selalu minimalis?
Tidak. Minimalis memang populer karena bersih dan cepat dimuat, tapi bukan satu-satunya pilihan yang benar. Brand kreatif justru sering butuh tampilan yang lebih berani dan penuh warna. Yang penting desainnya cocok dengan tujuan dan audiens kamu.
4. Seberapa penting desain website ramah mobile?
Sangat penting. Lebih dari separuh pengunjung internet mengakses lewat ponsel. Kalau website kamu susah dibuka di layar kecil, kamu berisiko kehilangan banyak pengunjung sebelum mereka sempat melihat isinya.
5. Berapa lama waktu membuat desain website?
Tergantung jenisnya. Landing page sederhana bisa selesai dalam sehari, sementara website perusahaan dengan banyak halaman bisa memakan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan, apalagi kalau melibatkan tim dan revisi berkali-kali.







